Rabu, 15 Februari 2012

Indonesia Economic Outlook 2011

yang berwarna hijau adalah anggota G20 termasuk Indonesia, China, Jepang, Amerika Serikat, dlll
   sobat faat kira-kira kapan ya Indonesia jadi negara adikuasa kaya Amerika?.... tapi pada dasarnya kita bisa jadi negara yang maju dan berkeadilan terutama dalam pengamalan Pancasila. kalau dilihat dari pertumbuhan ekonominya Indonesia termasuk masih bagus lo dibanding negara yang lain, bahkan Indonesia masuk dalam G20 yaitu negara dengan kekuatan perekonomian terbaik dan terbesar seluruh dunia, bahkan Indonesia di jajarkan dengan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Australia, dlll, ini sudah menjadi langkah awal untuk membentuk Indonesia Menjadi Negara maju dalam masa yang akan datang, namun masih ada kendala dalam bidang birokrasi, manufaktur, dan krisis moral yang melanda bangsa ini, terutama dalam perihal korupsi. sedikit share dari faat, meskipun kita sudah bisa bersaing di kancah international tetapi kita masih perlu membenahi structur pemerintahan dalam menjalankan konsep politik ,, masih banyak para poliTIKUS yang bermain secara tidak sehat, masih mau menerima suap dan lain-lain, ini akan menjadi langkah awal untuk memperbaiki perekonomian dan pemerintahan di negeri ini.


Tahun 2011 merupakan tahun penting bagi Indonesia untuk menjadi landasan mencapai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2025. Bersama Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC), Indonesia saat ini merupakan negara emerging market dengan potensi perekonomian yang besar. Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen mulai tahun 2011, PDB Indonesia akan senilai Rp 14.379 triliun (US$ 1,4 triliun) pada 2025. Dengan PDB sebesar ini, Indonesia akan mulai beranjak menuju maju. Walaupun secara agregat prognosis PDB Indonesia pada tahun 2025 masih jauh di bawah Brasil, Rusia, India, dan China, namun karena beberapa negara maju mengalami pelemahan kinerja ekonomi menyebabkan Indonesia akan mulai masuk ke dalam struktur negara di dunia dengan perekonomian terbesar.
Potensi besar ekonomi Indonesia di masa mendatang bisa terjadi karena di beberapa negara maju telah terjadi titik jenuh perekonomian yang terutama disebabkan investasi di dalam negeri mereka sudah tidak bisa memberikan return yang menarik. Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia menyebabkan perekonomian dan investasi di Indonesia akan terus memanfaatkan pertumbuhan penduduk tersebut. Pasar yang begitu besar menjadi determinan penting pengerak investasi dan perekonomian. Walaupun pada satu sisi, jumlah penduduk yang begitu besar menjadi masalah tersendiri namun inilah salah satu pengerak utama perekonomian Indonesia.
Tren Ekonomi Indonesia 2011
Mempertimbangkan kondisi makro ekonomi selama 2010, baik di Indonesia maupun global membuat kondisi makro ekonomi Indonesia selama 2011 secara umum akan relatif kuat dengan kecenderungan menguat. Namun demikian, masalah politik yang terjadi di beberapa negara kawasan arab selama tiga bulan pertama di 2011 akan memberikan sedikit tekanan terhadap sisi fiskal Indonesia, di mana kenaikan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh terhadap sisi belanja APBN. Tekanan harga minyak mentah yang disertai dengan peningkatan harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri menyebabkan inflasi akan lebih tinggi daripada yang telah ditargetkan dalam APBN 2011 yang sebesar 5,3 persen.
Di luar dua variabel tersebut,, secara umum kondisi makro ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tumbuh lebih dari 6,3 persen. Dari sisi permintaan, komposisi pertumbuhan ekonomi masih memiliki tren yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Variabel konsumsi tetap akan memberikan kontribusi terbesar. Sedangkan variabel investasi dan net ekspor akan berada di posisi kedua dan ketiga. Sedangkan dari sisi penawaran, sektor perdagangan akan tetap mendominasi sekaligus mengalami pertumbuhan yang tertinggi. Sektor lainnya, terutama industri dan pertanian diprediksi mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan sektor perdagangan walaupun masih tumbuh jika dibandingkan dengan tahun 2010.
Untuk nilai tukar, diprediksi sepanjang 2011 rupiah stabil di kisaran angka 9.000 per dollar AS. Prediksi nilai tukar rupiah ini lebih bagus dibandingkan dengan asumsi nilai tukar dalam APBN 2011 yang sebesar 9.300 per dollar AS.  Namun demikian, terdapat beberapa potensi yang membuat nilai tukar ini melemah jauh dari 9.000 per dollar. Pertama, pemulihan ekonomi global, terutama di Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa akan menyebabkan dana yang ada di negera berkembang, termasuk di Indonesia akan kembali masuk ke negara-negara maju tersebut. Namun demikian, dilihat dari perbandingan fundamental return, negara-negara maju belum bisa memberikan return yang kompetitif atau lebih besar dari emerging market. Kedua, hedging yang dilakukan oleh beberapa pemain hedge fund besar berpotensi menyebabkan terjadinya capital outflow.
Sedangkan, dari BI rate tidak akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan rata-rata BI rate selama 2010. Walaupun inflasi diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan inflasi (y-o-y) tahun 2010, namun peningkatan ini tidak akan memberikan tekanan berarti pada keputusan BI untuk meningkatkan BI rate. Selama 2011, diprediksi peningkatan BI rate maksimal hanya sampai 200 basis poin di angka 8,75 persen. Hal ini diprediksi tidak akan memberikan perbedaan signifikan terhadap fungsi intermediasi perbankan dibandingkan tahun 2010. Bahkan karena adanya regulasi baru dari BI tentang penalti bagi perbankan yang tidak bisa menyalurkan LDR lebih dari 78 persen akan membuat kinerja kredit perbankan akan lebih baik lagi. Namun demikian, hal ini tentu perlu penanganan khusus dari sisi potensi kenaikan NPL-nya.
Investment Outlook
Selama 2010, Indonesia merupakan salah satu negara tujuan utama investasi di dunia. Investasi portofolio di Indonesia selama 2010 merupakan salah satu investasi yang memberikan return tertinggi di dunia. IHSG selama 2010 tumbuh sebesar 46 persen, di mana per 2 Januari 2010 sebesar 2.534 dan pada saat penutupan tahun perdagangan 2010 menjadi sebesar 3.703. Kinerja cemerlang ini menjadikan IHSG merupakan indeks saham yang mengalami pertumbuhan tertinggi di wilayah Asia Pasifik.
Mempertimbangkan apa yang terjadi selama 2010, diprediksi bahwa selama 2011 IHSG masih akan terus mengalami pertumbuhan. Walaupun demikian, koreksi IHSG yang terjadi selama dua bulan pertama 2010  masih akan terus terjadi sampai dengan Maret atau April 2011. Pada kisaran bulan ini, sebagian besar emiten akan mengeluarkan laporan tahunan 2010 dan diprediksi rata-rata kinerja emiten selama tahun 2010 relatif baik. Publikasi emiten ini akan menjadi faktor pendorong terjadinya rebound secara mayoritas saham-saham perusahaan publik di Indonesia. Sampai akhir tahun 2011, diprediksi IHSG akan bisa mencapai angka 4.000. Namun dengan catatan bahwa krisis politik yang terjadi di negara kawasan arab tidak terjadi lagi setelah bulan Maret.
Selain investasi portofolio, investasi secara langsung di Indonesia diprediksi masih akan memberikan return yang relatif bagus. Setidaknya, terdapat dua jenis industri konvensional yang memberikan return paling tinggi di Indonesia, yakni di tambang dan telekomunikasi. Selain industri konvensional tersebut, selama 2011  diprediksi industri ICT akan menjadi salah tujuan utama untuk investasi secara langsung oleh para investor, baik lokal maupun asing. Masuknya industri ICT sebagai salah satu tujuan utama investasi dikarenakan tren yang ada di dunia memperlihatkan return saat ini relatif besar. Selain itu, yang lebih dilihat para investor adalah potensi berkembangnya industri ICT ke depan.
Namun demikian, investasi secara langsung ini masih terbelit dengan kendala utama berbagai hambatan investasi oleh birokrasi pemerintah. Namun demikian, dengan mempertimbangkan potensi di masa mendatang dan juga perbandingan dengan beberapa negara sejenis, Indonesia masih merupakan negara sebagai tujuan investasi yang menarik. Sementara itu, stabilitas politik yang ada di Indonesia membuat pemerintah memiliki ruang untuk selalu berusaha melakukan perbaikan pelayanan investasi. 

Sumber :  http://asastrategic.com/test/item/29-indonesia-economic-outlook-2011.html

2 komentar:

Ari Suwandono mengatakan...

Mantab..... ^_^

Imam syafaat mengatakan...

makasih pak atas komentarnya,,, hehehe,, kalo ada info menarik nanti saya share lagi deh,,, hehehehe

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar di sini,, karena komentar anda adalah motivasi buat saya dan blog saya, sebelumnya terimaksih sudah mau berkunjung di FaatLive Thanks By Faat

AYO IKUTI KAMI DISINI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Imam Syafaat | Bloggerized by FaatLive Blogz - Berita Spesial Dan Info Terbaru | Cerita Sejarah Naruto dan Perjalananya